Langsung ke konten utama

BAHASA INGGRIS

Hi, people of the internet! I’m Letizia, you can call me Zee and I’m going to share some English grammars that I learned from last semester and the grammars are :

1.     Direct-Indirect Speech
2.     Active-Passive Voice
3.     Conditional Sentence
4.     Question Tags
5.     Adjective Clause

I hope these grammars can help you to improve your English skills!


1.    DIRECT-INDIRECT SPEECH

DIRECT SPEECH adalah suatu cara melaporkan apa yang seseorang telah katakan atau tulis dengan mengutip persis kata-katanya. Kata-kata tersebut diapit oleh tanda baca quotation marks (tanda kutip).

Contoh Direct Speech:
Reporting
Contoh Kalimat Direct Speech
“I like roasted garlic mashed potatoes.” said Wenny.
(“Saya suka kentang tumbuk bawang putih panggang.” kata Wenny.)
“Shut up the window!” she shouted.
(“Tutup jendela!” teriak dia.)
“Did you eat my cake?” he asked.
(“Apakah kamu makan kueku?” tanya dia.)
It was my uncle who asked, “Where is the fire hydrant?”
(Pamanku yang bertanya, “Dimana fire hydrant?”)

INDIRECT SPEECH adalah suatu cara mengungkapkan apa yang orang lain (speaker) telah katakan secara langsung (direct speech) yang dapat berupa pernyataan, pertanyaan, atau ucapan lainnya dengan mengubah format pembicaraan tersebut sehingga menjadi lebih jelas, alami, dan efisien bagi pendengarnya.

Contoh Indirect Speech :

Reported
Contoh Kalimat Indirect Speech

Statement

He said that he was not hungry at that time.
(Dia berkata bahwa dia tidak lapar saat itu.)

Imperative

She told me not to touch her computer.
(Dia berkata pada saya untuk tidak menyentuh komputernya.)

Yes-no question

She wanted to know if I’d eaten her cake.
(Dia ingin tahu apakah saya telah memakan kuenya.)

Information question

He asked me who the winner was.(Dia bertanya pada saya siapa pemenangnya.)

 
MENGUBAH DIRECT SPEECH KE INDIRECT SPEECH

Contoh :

Direct Speech
Indirect Speech
“Should I see the dentist tomorrow?” asked Tommy.
(Haruskah saya menemui dokter gigi besok?)
Tommy asked if he should see the dentist the following day.

Keterangan:

·       capital letter: Karena dilebur dalam kalimat, should ditulis dengan huruf kecil
·       pronoun: 1st person “I” diubah menjadi 3rd person “he”;
Time: tomorrow diubah menjadi the following day
“I have read the book three times,” he said.
(Saya telah membaca buku tsb tiga kali.)
He said that he had read this book three times.
(Dia mengatakan bahwa dia telah membaca buku tsb tiga kali.)

Keterangan:

verb: present perfect tense “have read” diubah menjadi past perfect tense “had read”


2.    ACTIVE-PASSIVE VOICE

ACTIVE VOICE menjelaskan kata kerja (verb) dalam sebuah kalimat.
Kalimat ini menjelaskan aktivitas atau kata-kata kerja.Bentuk kata kerja yang digunakan pun tergantung pada konteks kalimat, apakah masa kini, lampau, atau di masa depan.

PASSIVE VOICE menjelaskan aktivitas yang terjadi pada subjek dalam sebuah kalimat. Itu sebabnya kata kerja atau verb yang digunakan disebut dengan pasif.

RUMUS DAN CONTOH KALIMAT ACTIVE & PASSIVE VOICE

No
Rumus dan Contoh Kalimat
1

Active:

S + verb-1 + direct object

Passive:

S (direct object) + is/am/are + past participle +/- by … (agent)

Contoh Kalimat:

·       People make books from trees.(Orang membuat buku dari pohon.)
·       Books are made from trees.
(Buku terbuat dari pohon.)
2
Present Continous Tense

Active:

S + am/is/are + present participle + direct object

Passive:

S (direct object) + is/am/are + being + past participle +/- by … (agent)

Contoh Kalimat:

·       The surveyor is using the digital theodolite.
(Surveyor sedang menggunakan teodolit digital.)
·       The digital teodolit is being used.
(Teodolit digital sedang digunakan.)
3

Active:

S + have/has + past participle + direct object

Passive:

S (direct object) + have/has + been + past participle +/- by … (agent)

Contoh Kalimat:

·       We have verified your application.
(Kami kami akan memverifikasi aplikasimu.)
·       Your application has been verified.
(Aplikasimu telah diverfikasi.)
4

Active:

S + verb-2 + direct object

Passive:

S (direct object) + was/were + past participle +/- by … (agent)

Contoh Kalimat:

·       Sunmark Press printed the first book in 2005.
(Sunmark Press mencetak buku pertama tersebut pada tahun 2005.)
·       The first book was printed in 2005 by Sunmark Press.
(Buku pertama tersebut dicetak pada tahun 2005 oleh Sunmark Press.)
5

Active:

S + was/were + present participle + direct object

Passive:

S (direct object) +was/were + being + past participle +/- by … (agent)

Contoh Kalimat:

·       My friend was baking bread when I came.
(Teman saya sedang memanggang roti ketika saya datang.)
·       Bread were being baked when I came.
(Roti sedang dipanggang ketika saya datang.)
6

Active:

S + had + past participle + direct object

Passive:

S (direct object) + had + been + past participle +/- by … (agent)

Contoh Kalimat:

·       They had used poison gas in World War I.
(Mereka telah menggunakan gas beracun dalam perang dunia pertama.)
·       Poison gas had been used in World War I.
(Gas beracun telah digunakan dalam perang dunia pertama.)
7

Active:

·       S + will + bare infinitive + direct object
·       S + am/is/are going to + bare infinitive + direct object

Passive:

·       S (direct object) + will + be + past participle +/- by … (agent)
·       S (direct object) + am/is/are going to + be + past participle +/- by … (agent)

Contoh Kalimat:

·       Dino will show you something interesting.
(Dino akan menunjukkan padamu sesuatu yang menarik.)
·       You will be shown something interesting.
(Kamu akan ditunjukkan sesuatu yang menarik.)
·       He is going to meet a new client tomorrow.(Dia akan bertemu seorang klien baru besok.)
·       A new client is going to be met tomorrow.(Seorang klien baru akan ditemui besok.)
8

Active:

S + will + have + past participle + direct object

Passive:

S (direct object) + will + have + been + past participle +/- by … (agent)

Contoh Kalimat:

·       will have saved much money at this time next year.
(Saya akan telah menyimpan banyak uang tahun depan.)
·       Much money will have been saved at this time next year.
(Banyak uang akan telah disimpan tahun depan.)


3.    CONDITIONAL SENTENCE

CONDITIONAL SENTENCE adalah kalimat pengandaian, bisa juga disebut dengan kalimat bersyarat, yang mungkin terjadi jika syarat terpenuhi.
Conditional sentence mempunyai dua bagian, yaitu if-clause dan main clause. Lihat kalimat berikut:
“If I study hard, I will pass the exam.”
(Jika saya belajar dengan giat, saya akan lulus ujian.)
·       If I study hard adalah if-clause, dan
·       I will pass the exam adalah main clause.
Secara umum, conditional sentence dibagi menjadi 3, yaitu tipe 1, 2, dan 3. Jangan khawatir kita akan bahas semuanya!
RUMUS CONDITIONAL SENTENCE
Berikut adalah pola/rumus conditional sentence tipe 1, 2, dan 3:
Tipe conditional sentence
If-clause
Main Clause
Tipe 1
If+present simple
If I study hard,
... will+infinitive
will pass the exam.
Tipe 2
If+past simple
If I studied hard,
... would+infinitive
would pass the exam.
Tipe 3
If+past perfect
If I had studied hard,
... would+have+past participle
would have passed the exam.
Posisi if-clause dan main clause tersebut dapat dibalik dan tidak mengubah maknanya, contoh:
If I study hard, I will pass the exam.”
“I will pass the exam if I study hard.”
PENJELASAN LENGKAP 3 TIPE CONDITIONAL SENTENCES
Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai conditional sentence tipe 1, 2 dan 3.
CONDITIONAL SENTENCE TIPE 1
Conditional sentence tipe 1 digunakan untuk merujuk pada hal-hal yang mungkin terjadi di masa depan dimana situasinya real/nyata. Pada tipe ini, jika syarat terpenuhi, maka kemungkinan masih bisa terjadi. Beberapa contoh conditional sentence tipe 1:
If-clause
Main clause
If+present simple
... will+infinitive
If it rains,
(Jika hujan,)
will stay at home.
(Saya akan tetap di rumah)
If you invite me,
(Jika kamu mengundang saya,)
will come to your party.
(Saya akan dating ke pesta kamu.)
If Tom gives her chocolate,
(Jika Tom memberi dia cokelat,)
she will be happy.
(Dia akan senang.)
If it doesn't rain,
(Jika tidak hujan,)
we will go to the library.
(Kita akan pergi ke perpustakaan.)
CONDITIONAL SENTENCE TIPE 2
Conditional sentence tipe 2 digunakan untuk: pertama, membicarakan hal-hal di masa depan yang mungkin tidak akan terjadi (seperti membayangkan mimpi misalnya).  Contoh:
If I got scholarship, I would continue my study in London.
(but probably I will not get the scholarship.)
Seandainya saya mendapatkan beasiswa, saya akan melanjutkan kuliah di London.
(tapi mungkin saya tidak mendapatkan beasiswa itu.)
Kedua, untuk membicarakan hal-hal yang terjadi di masa sekarang, yang mustahil terjadi.
If I were you, I would stop smoking.
(but I cannot be you.) Mustahil bagi saya untuk menjadi kamu.
Berikut adalah contoh conditional sentence tipe 2:
If-clause
Main clause
If+past simple
... would+infinitive
If I had time,
(Jika saya punya waktu,)
would go with you.
(Saya akan pergi denganmu.)
If she met her mother,
(Jika dia bertemu ibunya,)
She would be happy.
(Dia akan senang.)
If I were 25,
(Jika umur saya 25,)
would get married.
(Saya akan menikah.)
If I were you,
(Jika saya adalah kamu,)
would continue my study.
(Saya akan melanjutkan pendidikan saya.)
 
CONDITIONAL SENTENCE TIPE 3
Conditional sentence tipe 3 digunakan untuk menggambarkan situasi masa lalu yang tidak terjadi dan membayangkan hasil dari situasi tersebut. Tipe ini mengungkapkan kebalikan dari fakta yang dihadapi. Lihat contoh berikut:
If I had finished my study, I would have worked at big company.
(but I didn’t finish my study and I didn’t work at big company.)
Jika dulu saya menyelesaikan kuliah saya, saya akan bekerja di perusahaan besar.
Tapi faktanya saya tidak menyelesaikan kuliah saya, dan saya tidak bekerja di perusahaan besar.
Contoh lain dari conditional sentence tipe 3:
If-clause
Main clause
If+past perfect
... would+have+past participle
If I had locked the car,
(Jika saya mengunci mobil,)
the thief would not have stolen my car.
(Pencuri tidak akan mencuri mobil saya.)
If I had known about your problem,
(Jika saya tau masalahmu,)
would have offered help.
(Saya akan menawarkan bantuan.)
If my parents had been in Bandung,
(Jika orang tua saya di Bandung,)
would have visited them everyday.
(Saya akan mengunjungi mereka setiap hari.)
If she hadn't taken the course,
(Jika dia tidak mengambil kursus itu,)
she wouldn't have gotten the scholarship.
(Dia tidak akan mendapatkan beasiswa.)

If she hadn’t taken the course, she wouldn’t have gotten the scholarship.
(but she took the course and she got the scholarship.)
Jika dulu dia tidak mengambil kursus, dia tidak akan mendapatkan beasiswa itu. Tapi faktanya dia mengambil kursus itu dan mendapatkan beasiswa.
Perhatikan!!! Pada conditional sentence tipe 3, had bisa ditempatkan di awal dengan menghilangkan if, atau disebut sebagai bentuk inversi.
·       If I had locked the car, the thief wouldn’t have stolen my car.
·       Had I locked the car, the thief wouldn’t have stolen my car.
Contoh lain:
·       If my parents had been in Bandung, I would have visited them everyday.
·       Had my parents been in Bandung, I would have visited them everyday.


4.    QUESTION TAGS

QUESTION TAGS adalah untuk mengkonfirmasi informasi pada kalimat pernyataan. Meskipun sebenarnya pembicara yakin dengan apa yang dikatakannya, question tags ini berfungsi untuk meminta persetujuan dari pendengar. Jadi, jika kalimat pernyataannya positif maka respon yang diharapkan pembicara adalah persetujuan dari pendengarya, begitupun sebaliknya. Jika diibaratkan dalam bahasa Indonesia question tags ini seperti penambahan akhiran -kan dalam kalimat. “Ibu masak, kan?” (Mom cooks, doesn’t she?), “Kamu akan datang, kan?” (You’ll come, won’t you?).
RUMUS QUESTION TAGS
Linking verb “Be”/auxiliary verb + Not (hanya jika kalimat pernyataannya positif) + Pronoun
CONTOH QUESTION TAGS

1. Jika kalimatnya positif, maka question tag-nya negatif.
Contoh:
  • You are handsome, aren’t you? [Kamu tampan, kan?]
  • He is serious, isn’t he? [Dia serius, bukan?]
Catatan:  Jika question tag-nya negatif, maka not harus disingkat (misal aren’t you? bukan are not you?).
2. Jika kalimatnya negatif, maka question tag-nya positif.
Contoh:
  • You are not handsome, are you? [Kamu tidak cantik, kan?]
  • He is not serious, is he? [Dia tidak serius, bukan?]
3. Jika subjeknya I am, maka question tag-nya aren’t I. Namun, bila subjeknya I am not, maka question tag-nya am I.
Contoh:
  • I am smart, aren’t I? [Saya pintar, kan?]
  • I am not guilty, am I? [Saya tidak bersalah, kan?]
4.  Jika kalimatnya menggunakan kata kerja (verb), maka gunakan do/does untuk Verb 1 dan did untuk Verb 2 dalam membuat question tag-nya.
Contoh:
  • You stay in Lampung, don’t you? [Anda tinggal di Lampung, kan?]
  • Echi writes a short story, doesn’t she? [Echi menulis sebuah cerita pendek, kan?]
  • She played guitar, didn’t she? [Dia bermain gitar, kan?]
5. Jika kalimatnya menggunakan modals, maka gunakan modals untuk question tag-nya. Khusus untuk modals have to, gunakan kata bantu do untuk question tag-nya.
Contoh:
  • Nasya can’t play piano, can she? [Naysa tidak bisa bermain piano, kan?]
  • Tiwi will be here, won’t she? [Tiwi akan ke sini, kan?]
  • They have to go to school, don’t they? [Mereka harus pergi ke sekolah, kan?]
6.  Jika kalimatnya mengandung sebuah kata dengan arti negatif, seperti nobody, no one, seldom, nothing, hardly, barely, rarely, maka gunakan question tag positif.
Contoh:
  • No one cares of me, do they? [Tak ada seorang pun yang peduli pada saya, kan?]
  • She never seems to care, does she? [Dia tak pernah nampak peduli, kan?]
  • Arif seldom does his homework, does he? [Arif jarang mengerjakan PR-nya, kan?]
  • Nobody lived in this house, did they? [ Tidak ada seorang pun yang tinggal di rumah ini, kan?]
7. Jika subjeknya everyone, everybody, someone, somebody, no one dan nobody, maka gunakan they dalam question tag.
Contoh:
  • Somebody played the guitar last night, didn’t they? [Seseorang bermain gitar tadi malam, kan?]
  • Everybody watched the movie, didn’t they? [Setiap orang menonton film itu, kan?]
8.  Jika subjeknya everything, something, dan nothing, maka gunakan it dalam question tag.
Contoh:
  • Everything should be ready, shouldn’t it? [Semua seharusnya sudah siap, kan?]
  • Something is moving, isn’t it? [Sesuatu bergerak, kan?]
9. Jika kalimatnya berupa perintah atau larangan, gunakan will you untuk question tag-nya.
Contoh:
  • Close the door, will you? [Tutup pintu, ya?]
  • Don’t be lazy, will you? [Jangan malas, ya?]
  • Don’t make me upset, will you? [Jangan membuat saya bingung, ya?]
10. Jika kalimatnya dimulai dengan let’s, maka question tag-nya adalah shall we.
Contoh:
  • Let’s wash the motorcyle, shall we? [Mencuci mobil, yuk?]
  • Let’s go to the mall, shall we? [Pergi ke pantai, yuk?]
  • Let’s forget it, shall we? [Lupakan itu, yuk?]

5.    ADJECTIVE CLAUSE

ADJECTIVE CLAUSE atau relative clause adalah dependent clause yang berperan sebagai adjective (kata sifat) yang menerangkan noun (kata benda) atau pronoun (kata ganti) pada main clause suatu complex sentence (kalimat yang terdiri dari independent clause dan satu atau lebih dependent clause).

Rumus Complex Sentence

main clause (independent clause) + adjective clause
Adjective clause dibentuk dengan suatu kata yang disebut relative pronounRelative pronoun terdiri dari:
·       who
·       whom
·       whose
·       which
·       that
·       indefinite relative pronoun dengan suffix -ever: whoever, whomever, dan whichever
Selain dengan relative pronounadjective clause dapat pula dibentuk dengan relative adverb. Kata keterangan ini ada tiga, yaitu:
·       where
·       when
·       why
Adjective clause dengan where untuk menerangkan noun yang menyatakan tempat, dengan when untuk menerangkan noun yang menyatakan waktu, dan dengan why untuk menerangkan noun yang menyatakan alasan.

RUMUS ADJECTIVE CLAUSE

relative pronoun +/- S* + V
relative adverb + S + V
*Relative pronoun (who, which, that) dapat berfungsi sebagai subject jika tidak ada subject.

Posisi adjective clause selalu mengikuti noun atau pronoun yang diterangkannya. Noun atau pronoun tersebut di dalam main clause berfungsi sebagai subjectobject, atau subject complement.

Situasi
Posisi Adjective Clause
Adjective clause menerangkan subject.
S + adjective clause + verb +/- object +/- modifier
Adjective clause menerangkan object.
S + verb + object +  adjective clause
Adjective clause menerangkan subject complement.
S + linking verb + subject complement +  adjective clause




Contoh Kalimat Adjective Clause

Simple Sentence
The book is interesting.
(Buku tersebut menarik.)
Complex Sentence
The book that he just read is interesting.
(Buku yang baru dia baca itu menarik.) menerangkan subject “book”
I like the book that he just read.
(Saya suka buku yang baru dia baca.) menerangkan object “book”
This is the book that he just read.
(Ini buku yang baru dia baca.) menerangkan subject complement “book”

 

Fungsi Relative Pronoun pada Adjective Clause

Di dalam adjective clause suatu relative pronoun berfungsi sebagai subjectobject, atau possessive.

1.     Subject

Relative pronoun yang dapat berfungsi sebagai subjek antara lain: whothat, dan which.

Contoh Adjective Clause

that is made of wood
(yang terbuat dari kayu)

Pembuktian:

coba substitusi dengan “It” (subjective personal pronoun)

2.     Object

Relative pronoun yang dapat berfungsi sebagai objek antara lain: whomthatwho, dan which. Kata ini dapat dihilangkan pada defining adjective clause pada informal English.

Contoh Adjective Clause

which I wish to buy
(yang saya ingin beli)

Pembuktian:

coba substitusi dengan “it” (objective personal pronoun)

3.     Possessive

Relative pronoun yang dapat berfungsi sebagai possessive adalah whose.

Contoh Adjective Clause

whose house has burned down
(yang rumahnya telah terbakar)

Pembuktian:

coba substitusi dengan “his” (possessive personal pronoun)

 

Defining dan Non-Defining Adjective Clause    

Saat menerangkan subjek kalimat, posisi adjective clause akan berada di tengah kalimat. Klausa tersebut dapat diapit comma (koma) ataupun tidak, tergantung pada penting atau tidaknya informasi yang dibawanya. Informasi tersebut dinilai penting (essential) jika akan mengubah makna kalimat ketika dihilangkan. Pada situasi tersebut, koma tidak digunakan. Adjective clause yang membawa informasi penting tersebut dinamakan defining adjective clause. Sebaliknya, jika informasi tidak penting (non-essential) sehingga dapat dihilangkan tanpa mengubah makna kalimat, maka koma perlu digunakan. Klausa yang membawa informasi tidak penting tersebut dinamakan 


Contoh Kalimat Defining dan Non-Defining Adjective Clause

defining clause
People who chew well may have healthy digestion.
(Orang-orang yang mengunyah dengan baik mungkin memilihi pencernaan yang sehat.)
non-defining clause
Yulia, who works out three times a week, has a positive body image.
(Yulia, yang berolahraga tiga kali seminggu, memiliki cinta tubuh positif.)

 

Contoh Kalimat Adjective Clause dengan Berbagai Relative Pronoun / Relative Adverb

Relative Pronoun / relative Adverb
Contoh Kalimat Adjective Clause
who
He is the man who works hard to support their daily needs.
(Dia pria yang bekerja keras untuk menanggung kebutuhan sehari-hari mereka.)
menerangkan “man” (subject complement)
whom
The woman whom you saw last night is my sister.
(Wanita yang kamu lihat tadi malam adalah saudara saya.)
menerangkan “woman” (subject)
whose
The man, whose car had a flat tire, works as an English Teacher.
(The man yang ban mobilnya kempes bekerja sebagai guru bahasa Inggris.)
menerangkan “man” (subject)
which
Tom, which is very cute, is my cat.
(Tom, yang sangat manis, adalah kucing saya.)
menerangkan “Tom” (subject)
that
It is the car that I really like.(Ini mobil yang saya sangat sukai.)
menerangkan “car” (subject complement)
where
Bandar Lampung is a city where I was born.
(Bandar Lampung adalah kota dimana saya dilahirkan.)
menerangkan “city” (subject complement)
when
I still remember the day when we first met.
(Saya masih ingat hari ketika kita pertama bertemu.) menerangkan “day” (object)
why
This pie chart shows the main reasons why customers leave your company.
(Bagan pai ini menunjukkan alasan utama mengapa pelanggan meninggalkan perusahaanmu.) menerangkan “reason” (object)

Source :
https://www.kuliahbahasainggris.com/pengertian-rumus-dan-contoh-kalimat-question-tags-komplit/
https://blog.bahaso.com/its-question-tag-isnt-it
https://kelasbahasainggris.com/penjelasan-lengkap-3-tipe-conditional-sentences/
https://www.wordsmile.com/pengertian-rumus-contoh-kalimat-adjective-clause
https://www.wordsmile.com/rumus-contoh-kalimat-passive-voice-tenses
https://www.wordsmile.com/pengertian-contoh-kalimat-direct-speech
https://www.wordsmile.com/pengertian-contoh-kalimat-indirect-reported-speech

            So those are the lessons that I learned, Thank you for visiting my blog, See you in the next article!

Postingan populer dari blog ini

10 STEPS SKINCARE : KOREAN

10 STEPS SKINCARE : KOREAN 1.      PRE-CLEANSER Langkah pertama tentunya adalah membersihkan sisa  makeup – mu. Tentu saja kamu bisa menggunakan   makeup remover  dan membersihkan sisa  makeup jika   berhenti sampai situ saja, tapi kemungkinan besar kamu akan bangun di pagi hari dengan sisa-sisa  makeup  seperti maskara yang belum dibersihkan secara menyeluruh di seluruh wajah dan bantal. Untuk benar-benar menghapus semua sisa  makeup , gunakan pembersih minyak atau  oil cleanser. Pijatlah di atas wajah kering dan leher untuk membersihkan  makeup  dan kemudian tambahkan sedikit air.Minyak akan perlahan-lahan berubah tekstur dan warna menjadi  milky  atau seperti  susu . Pijat lagi dan kemudian bilas semuanya. 2.      FACE WASH Jika kamu pikir bahwa membersihkan wajah dengan  makeup remover  atau  oil cleanser  saja sudah cuk...
                                                                                            Esai tentang Kesehatan Mental        Kesehatan mental masih sering dinomorduakan karena mayoritas orang lebih mengedepankan kesehatan fisik daripada kesehatan mental dan tidak mengetahui bahwa kesehatan mental jugalah penting. Padahal, keduanya sama-sama memiliki peran vital di dalam kehidupan kita. Di Indonesia juga masih memiliki stigma bahwa jika seseorang memiliki gangguan mental merupakan aib yang harus ditutupi, padahal jika tidak segera menemui tenaga professional kesehatan mental yang tidak diperhatikan dapat memberikan dampak buruk terhadap kesehatan fisik juga. Sebagai konsekuensinya, risiko seseo...